Gudeg Yu Djum 167

Ikon Yu Djum yang populer kini bukan lagi sebagai wanita yang sosoknya dapat ditemui di warung Gudeg Yu Djum dan melayani para pecinta gudeg. Tepat pada tanggal 14 November 2016 beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke-81 tahun karena alasan kesehatan. Ketika masa hidupnya, beliau memang sudah lama tidak aktif dalam dunia gudeg secara operasional karena sejak 1982, keempat anaknya lah yang mengurus warung Gudeg Yu Djum, yaitu warung di daerah Wijilan dan Mbarek.

Hadir di tengah sentra wisata provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta terutama Kota Yogyakarta dikenal memiliki area khusus yang menjajakan gudeg bagi para wisatawan, yaitu Kampung Wijilan. Tak perlu repot dan mudah dicari, Kampung Wijilan berlokasi tepat di sayap Timur dari Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta yang menjadi salah satu lansekap ikonik kota budaya ini. Gudeg Yu Djum 167 pun hadir sebagai salah satu produk gudeg ternama di Wijilan.

Selain warung gudeg yang berlokasi di Wijilan, sebenarnya ada satu tempat lagi yang bisa dibilang tempat bersejarah bagi Gudeg Yu Djum, yakni Dusun Karangasem, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, atau yang biasa disebut Kampung Mbarek. Kampung ini bahkan dinobatkan sebagai sentra kuliner gudeg kabupaten Sleman.

Berkat Gudeg Yu Djum, Kampung Mbarek ini mendapatkan rezeki. Betapa tidak, selain banyak warga kampung yang menjadi karyawan warung gudeg itu, tak sedikit pula tumbuh warung gudeg di kampung yang berada di sisi jalan Kaliurang, Yogyakarta.